Training Assesmen Awal Pasien di Rumah Sakit

PENGANTAR

Ketika pasien diterima di rumah sakit untuk pelayanan/pengobatan rawat inap atau rawat jalan, perlu dilakukan asesmen lengkap untuk menetapkan alasan kenapa pasien perlu datang berobat ke rumah sakit. Pada tahap ini, rumah sakit membutuhkan informasi khusus dan prosedur untuk mendapat informasi, tergantung pada kebutuhan pasien dan jenis pelayanan yang harus diberikan. Kebijakan dan prosedur rumah sakit untuk menetapkan bagaimana proses assesmen awal pasien ini berjalan dan informasi apa saja yang harus dikumpulkan dan didokumentasikan oleh pihak rumah sakit sangatlah penting. Agar kebutuhan dan pelayanan terhadap pasien tetap konsisten dan terpenuhi.

Assesmen dilaksanakan oleh dokter, perawat dan staf disiplin klinis lainnya.Asesmen dilaksanakan oleh dokter, perawat dan staf disiplin klinis lainnya. Hanya mereka yang berkompeten yang dapat melaksanakan asesmen ini. Rumah sakit menetapkan aktivitas asesmen pada pelayanan pasien rawat inap maupun rawat jalan. Dan Rumah sakit juga perlu untuk menetapkan elemen yang umum untuk semua asesmen dalam lingkup assesmen pelayanan medis umum dan asesmen pelayanan medis spesialistis. Asesmen yang ditetapkan dalam kebijakan dapat dilengkapi oleh lebih dari satu orang yang kompeten, dan dalam waktu yang berbeda. Semua isi asesmen harus tersedia apabila pengobatan akan dimulai.

Maka dari itu BMD Street Consulting hadir membantu anda dalam memberikan pelatihan Assesmen Awal Pasien dimana pelatihan ini sangat penting dan dapat membantu rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang prima terhadap pasien. Selain itu Assesmen awal pasien adalah salah satu kategori yang harus disiapkan oleh rumah sakit untuk persyaratan akreditasi JCI.

MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan utama asesmen awal pasien adalah untuk memahami kebutuhan medis dan keperawatan pasien supaya perawatan dan pengobatan dapat dimulai. Untukmencapai hal ini maka rumah sakit menentukan isi minimum asesmen medis dan keperawatan awal serta asesmen lainnya, kurun waktu kapan asesmen harus dituntaskan ,dan persyaratan dokumentasi untuk asesmen. Meskipun asesmen medis dan keperawatanlah yang terpenting untuk memulai perawatan, asesmen tambahan dapat pula dilaksanakan oleh praktisi perawatan kesehatan lain, termasuk asesmen khusus, dan asesmen yang khas untuk individu tertentu. Asesmen-asesmen ini harus diintegrasikan dan kebutuhan perawatan yangpaling mendesak diidentifikasi.
Dalam keadaan gawat darurat, mungkin saja asesmen medis dan keperawatan awal hanyaterbatas pada kebutuhan dan kondisi pasien yangterlihat. Di samping itu, apabila tidak ada waktu untuk mencatat riwayat lengkap dan pemeriksaan fisik seorang pasien gawat daruratyangmembutuhkan pembedahan, maka dibuat catatan singkatdan diagnosis praoperasi sebelum pembedahan.

MATERI

  • Semua pasien yang dirawat oleh rumah sakit diidentifikasi kebutuhan perawatan kesehatannya melalui suatu proses asesmen yang telah ditetapkan.
  • 1.1 Rumah sakit telah menetapkan ruang lingkup dan isi asesmen, berdasarkan undang- undang, peraturan serta standar profesional yang berlaku.
  • 1.2 Asesmen awal setiap pasien mencakup evaluasi faktor fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan.
  • 1.3 Kebutuhan medis dan keperawatan pasien diidentifikasi sejak asesmen awal
  • dan dicatat dalam rekam medis.
  • 1.3.1  Asesmen medis dan keperawatan awal pasien gawat darurat didasarkan pada kebutuhan dan kondisi mereka.
  • 1.4 Penilaian diselesaikan dalam kurun waktu yang ditentukan oleh rumah sakit.
  • 1.4.1 Asesmen medis dan keperawatan awal diselesaikan dalam waktu 24 jam setelah pasien masuk sebagai pasien rawat inap atau sebelumnya seperti yang diindikasikan oleh kondisi pasien dan kebijakan rumah sakit.
  • 1.5 Temuan dari asesmen didokumentasikan dalam rekam medis pasien dan tersedia bagi mereka yang bertanggung jawab untuk perawatan pasien.
  • 1.5.1 Asesmen medis awal didokumentasikan sebelum perawatan anestesi atau pembedahan.
  • 1.6 Pasien diperiksa status gizi dan kebutuhan fungsionalnya dan dirujuk untuk asesmen dan pengobatan lebih lanjut jika perlu.
  • 1.7 Semua pasien rawat inap dan rawat jalan diperiksa apakah mengalami rasa nyeri dan diperiksa mengenai rasanyeri tersebut jika ada.
  • 1.8 Untuk melayani kelompok jenis pasien khusus, rumahsakit melakukan asesmen awal secara individual.
  • 1.9 Terhadap pasien yang menjelang ajal dan keluarganya dilakukan asesmen dan asesmen ulang berdasarkan kebutuhan mereka masing-masing.
  • 1.10 Asesmen awal mencakup penentuan dibutuhkan atau tidaknya asesmen khusus tambahan.
  • 1.11 Asesmen awal mencakup penentuan dibutuhkan atau tidaknya perencanaan pemulangan.

PESERTA YANG DIREKOMENDASIKAN

Pimpinan RS, Kepala Unit Rawat Jalan, Kepala Unit Rawat Inap, Kepala Unit Rekam Medis, Pelaksana keperawatan, Pelaksana Rekam Medis, Ketua kelompok dan staf medis, Kepala Unit Gawat Darurat, Pelaksana medis dan keperawatan UGD, Kepala unit/kepala ruang unit kerja terkait

 METODE                      

Training ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep, diberikan contoh aplikasinya, berlatih menggunakan konsep, mendiskusikan proses dan hasil latihan. Disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif dan presentasi kelompok.

 INVESTASI

Rp 4.350.000,00/peserta (tidak termasuk penginapan)

 FASILITAS

Sertifikat, Modul (Hard/Soft Copy), Training Kit (Tas Jinjing, Blocknote, Ballpoint), Jacket, 2X Lunch, 2X Coffe Break/hari, Foto Bersama Seluruh Peserta, dan dilaksanakan di hotel berbintang.

 INFORMASI & PROMO

Hub : 021 – 756 3091

Fax : 021 756 3291

CONTACT PERSON

0812 9578 8177, 0813 8280 7230

JADWAL TRAINING TAHUN 2019:

  • 22-23 Agustus 2019 Surabaya
  • 19-20 September 2019 Bogor
  • 17-18 Oktober 2019 Yogyakarta
  • 21-22 November 2019 Bandung
  • 19-20 Desember 2019 Malang

Share this post

Post Comment